Bandung Kota Penuh Sejarah

Lagu perjuangan Bandung Lautan Api memang pas di berikan pada kota bersuhu sejuk yang dipanggil selaku Kota Kembang ini dan penuh sejarah.

Bukan hanya dikenali selaku kota yang memiliki banyak tempat rekreasi, Bandung dikenal juga memiliki tempat rekreasi riwayat yang bagus sekali.

Bandung adalah Kota Penuh Sejarah

Jumlahnya kejadian penting yang berlangsung di Kota bandung pada periode lalu banyak memberi warna perjalanan riwayat yang ada, khususnya warisan berbentuk monumen atau bangunan Kota Bandung Penuh Sejarahyang berdiri kuat sampai sekarang ini.

Kecuali berekreasi, mencari rekam perjuangan pemuda bangsa, terutamanya di kota Bandung, menjadi fasilitas menambahkan wawsan dan lebih memupuk semangat untuk jaga persatuan dan kesatuan sekalian menyukai peninggalan riwayat yang tidak ternilai harga.

Baca Juga: Kebanyakan Traveling Bisa Mengubah Pola Hidup

Berikut ini ialah 10 tempat monumental sebagai sisi dari objek rekreasi Bandung yang dapat arah dan rujukan waktu lagi ada di kota Bandung Penuh Sejarah.

  1. Monumen Bandung Lautan Api

Tujuan rekreasi riwayat di Bandung Kota Penuh Sejarah setelah itu Monumen Bandung Lautan Api. Monumen ini berada di teritori Jalan BKR Ciateul, Kecamatan Regol, Kota Bandung. Waktu musim berlibur datang, monumen ini tak pernah sepi dari pelancong dan jadi tempat untuk hunting photo.

Selain gratis, panorama waktu senja di tempat wisata riwayat di Bandung ini tidak kalah elok lho! Buat yang belum mengetahui, monumen ini dibuat untuk kenang kembali perjuangan warga Bandung untuk jaga kota mereka dari gempuran tentara sekutu yang populer dengan kejadian Bandung Lautan Api.

Posisi: Jl. Bkr, Ciateul, Kec. Regol, Kota Bandung, Jawa Barat

Jam operasional: tiap hari membuka 24 jam

Harga: gratis

  1. Gedung Merdeka

Di tahun 1926, Van Galen Lasr dan C.P Wolff Schoemaker yang disebut Guru Besar Technische Hoogeschool te Bandoeng ( sekarang Institut Tehnologi Bandung) yang adalah seorang arsitek, membuat satu bangunan serbaguna yang paling istimewa.

Keelokan gedung ini nampak dari susunan perancangannya yang paling luas, pemakaian marmer yang bercahaya bikinan italia selaku lantainya, ruang yang digunakan selaku ruangan untuk santai sambil minum – minum yang dibuat dari kayu cikenhout, ditambah lagi lampu kristal hias selaku pemanis ruang yang bergantung dan nampak berkilau.

Dengan luas area capai 7.500 m2, pertama kalinya dibuat di tahun 1895, bangunan ini diberi nama Soci√ęteit Concordi, yang dipakai selaku fasilitas bergabung beberapa pembesar, perwira, karyawan perkebunan belanda dan pebisnis Belanda yang berada di Kota Bandung.

Pada tahun 1926, bangunan istimewa ini diperbaiki ulangi keseluruhannya oleh Wolff Schoemacher, Aalbers dan Van Gallen dan rekanan – partnernya. Sebab gedung ini dipakai untuk bergabung beberapa elite Belanda pada periode itu. Saat malam harinya, gedung ini sarat dengan keriuhan oleh mereka yang lagi pesta, berdansa, melihat atraksi kesenian sampai makan malam.

Sampai berpindah periode pada wargaan penjajah Jepang, bangunan gedung ini diberi nama Dai Toa Kaman yang berperan selaku pusat kebudayaan. Di saat kejadian proklamasi kemerdekaan Indoenesia tanggal 17 Agustus 1945, di gedung ini juga, oleh beberapa pemuda Indonesia selanjutnya membuatnya selaku basis instruksi yang mempunyai tujuan merampas kekuasaan dari penjajah Jepang yang sisa.

Sesudah sembuh dari penjajahan dan keadaan pemerintah Indonesia sudah tercipta pada masa 1946 sampai 1950, gedung concordia ini digunakan kembali untuk tempat mengadakan tatap muka umum oleh pemerintah Haminte Bandung, Negara Pasundan, dan Recomba Jawa Barat.

  1. Gedung Sate

Kota Rekreasi Bandung yang bersuhu sejuk, memiliki satu bangunan yang disebutkan dengan Gedung sate. Gedung eksotis yang kental dengan nilai riwayat dan seni itu, jadi keunikan yang iconic dari Kota yang memiliki panggilan Priangan itu.

Gedung Sate yang mulai dibangun di tahun 1920 itu, memiliki keunikan berbentuk ornamentnya yang memiliki arsitektur tusuk sate pada menara khusus yang berada di tengah-tengah gedung.

Bangunan warna putih ini dikatakan sebagai Gouvernements Bedrijven (GB), pada periode penjajahan penjajahan Belanda. Acara penempatan batu pertama kali dalam pembangunannya dilaksanakan oleh Johanna Catherina Coops yang disebut puteri pertama dari Walikota Bandung, B. Coops. dan Petronella Roelofsen sekalian sebagai wakil Gubernur Jenderal Hindia Belanda di Batavia, J.P. Graaf van Limburg Stirum.

Kecuali didatangi oleh figur dan petinggi elite pada periode itu, pembangunan Gedung Sate ini adalah hasil kerjasama yang sudah diperkirakan dengan masak oleh team arsitek Hindia Belanda.

Team arsitek tersenut beranggotakan Ir. J.Gerber yang disebut seorang arsitek muda alumnus Fakultas Tehnik Delf Nederland, Ir.Eh.De Roo dan Ir.G. Hendriks dan disokong oleh faksi dari Gemeente van Bandoeng, dipimpin Kol. Pur. VL. Slors.

Kecuali beberapa arsitek Belanda itu, pembuatan bangunan gedung ini banyak menyertakan karyawan pribumi dan China, dalam jumlah keseluruhan sampai 2000 karyawan. Karyawan dari China yang ditempatkan kerja capai 150 orang dengan ketrampilan selaku pengukir kayu dan batu nisan.

Saat itu, dari faksi pribumi, banyak yang dihadirkan dari Daerah Sekeloa, Daerah Coblong Dago, Daerah Gandok dan Daerah Cibarengkok. Mereka bekerja selaku tukang batu dan kuli aduk bahan bangunan.

Pada medio 1980-an, Gedung sate lebih dikenali selaku Kantor Gubernur dan dipakai selaku pusat pemerintah Propinsi Jawa Barat.

Gedung Sate di periode sekarang sudah jadi salah satunya bangunan cagar budaya yang memiliki nilai seni dan bersejarah yang tinggi. Tidak salah bila bangunan ini jadi simbol dari Kota Bandung yang banyak mengambil alih perhatian warga

  1. Museum Mandala Wangsit Siliwangi

Museum ini simpan beberapa benda riwayat yang dahulunya dipakai Pasukan Kodam Siliwangi. Tempat ini disahkan di tahun 1966 oleh Kolonel Ibrahim Adjie, seorang panglima seksi Siliwangi kedelapan.

Di museum ini, kamu akan menyaksikan senjata, dimulai dari kekinian sampai tradisionil. Sebutlah saja seperti bedug simarame, senjata laras panjang dan pistol, dan tank.

Posisi: Jalan Lembong Nomor 38, Braga, Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung

Jam operasional: Senin sampai Sabtu jam 08.00-15.00 WIB

Harga: gratis

  1. Benteng Pasir Ipis

Benteng ini dibuat di tahun 1981 sampai 1930. Walau telah banyak lumut, benteng ini tetap jadi tujuan rekreasi yang memikat. Jika kesini, kamu dapat menyaksikan cantiknya panorama Gunung Tangkuban Perahu dan rimba pinus.

Ditanggung tidak akan jemu, sebab tempat ini telah mempunyai bermacam sarana menarik. Seperti tempat kemping, outbound, gardu pandang, dan bermacam spot memikat buat didokumentasikan.

Posisi: Dusun Jayagiri, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat

Jam operasional: tiap hari jam 07.00-18.00 WIB

Harga: Rp10 ribu

  1. Museum Pertemuan Asia Afrika

Museum ini jadi satu kesatuan dengan Gedung Merdeka, dibuat untuk kenang kembali berlangsungnya pertemuan Asia Afrika.

Kamu dapat menyaksikan bermacam koleksi menarik, seperti koleksi mesin tulis yang dipakai untuk mengulas pertemuan itu. Disamping itu, ada juga ruangan dokumenter, ruangan pameran, perpustakaan, dan ruangan galeri.

Posisi: Jalan Asia Afrika Nomor 65, Braga, Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung

Jam operasional: Selasa sampai Minggu jam 08.00-16.00 WIB

Harga: gratis

  1. Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat

Wujud monumen ini nyaris serupa Monumen Bambu Runcing yang berada di Surabaya. Kamu dapat mendapati museum yang terdiri jadi tujuh diorama. Semua dapat menambahkan pengetahuan riwayat yang kemungkinan belum kamu punyai.

Ada warisan saat sebelum periode kemerdekaan, periode terciptanya nasionalisme, kemerdekaan, menjaga kemerdekaan dari gempuran Belanda, dan meneruskan kemerdekaan. Disamping itu, kamu dapat repot mendokumentasikan peristiwa di muka monumen itu.

Posisi: Jalan Dipati Ukur, Lebakgede, Kecamatan Coblong, Kota Bandung

Jam operasional: Senin sampai Jumat jam 09.00-15.00 WIB

Harga: gratis

  1. Jalan Braga

Jalanan khusus Kota Bandung ini telah ada semenjak jaman pemerintah Hindia-Belanda. Saat ini, Jalan Braga jadi tempat hits anak muda Bandung ambil photo yang estetik.

Disamping itu, kamu bisa juga memburu kulineran nikmat di sejauh jalan ini. Seperti bacang panas, roti di di Toko Sumber Berbahagia, siomay, dan bermacam makanan ciri khas Bandung yang lain.

Posisi: Jalan Braga, Kota Bandung

Jam operasional: tiap hari membuka 24 jam

Harga: gratis

  1. Gedung Indonesia Menuntut

Gedung ini kental dengan nuansa riwayat. Kamu akan menyaksikan banyak photo monumental yang ditempel pada dinding. Sekarang ini, Gedung Indonesia Menuntut jadi tempat bermacam aktivitas, seperti aktivitas seni, sosial, dan yang lain.

Posisi: Jalan Pelopor Kemerdekaan, Nomor 5, Babakan Ciamis, Sumurbandung, Babakan Ciamis, Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung

Harga: gratis

  1. Goa Belanda

Dahulunya, gua ini dipakai selaku bak penyimpanan air raksasa untuk cadangan musim kemarau. Disamping itu, sempat jadi Stasiun Radio Belanda dan gudang mesiu oleh tentara Indonesia.

Saat ini, gua ini telah aman untuk jadi tempat rekreasi. Saat masuk gua ini, ada tiga lorong yang sama-sama tersambung. Tak perlu cemas akan salah jalan, kamu dapat cobanya dengan pemandu yang ada.

Posisi: Taman Rimba Raya Juanda, Cimenyan, Ciburial, Kecamatan Cimenyan, Bandung

Jam operasional: tiap hari jam 07.00-00.00 WIB

Harga: Rp15 ribu

Nah, mana saja yang ingin kamu kunjungi kelak waktu berlibur? Masyarakat Bandung harus tahu semua, nih!